KARANGBINANGUN — Sebuah prosesi sarat nilai budaya dan spiritual baru saja berlangsung di Desa Pendowolimo, Kecamatan Karangbinangun. Camat Karangbinangun bersama Kepala Desa Pendowolimo secara langsung memimpin pengambilan tanah dan air peninggalan leluhur di kawasan Mbarang, Desa Pendowolimo.
Momen penuh hikmat ini berhasil didokumentasikan dalam sebuah video yang merekam perjalanan pengambilan simbol-simbol kearifan lokal. Penuturan tradisi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh wilayah Karangbinangun terhadap Pelantikan Pengurus DPD Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan Masa Bakti 2026–2031.
Prosesi pengambilan tanah dan air tidak dilakukan di sembarang tempat. Tim mengambilnya langsung dari titik-titik bersejarah yang disucikan dan dihormati masyarakat setempat:
Pengambilan Air: Diambil dari Air Sumber area Makam Mbah Gadung Mbarang serta Air Gentong Makam Mbok Rondo Mbarang.
Pengambilan Tanah: Diambil dari kawasan Ndalem Mbah Gadung Mbarang dan Ndalem Mbok Rondo Mbarang.
Lokasi-lokasi tersebut dipillih bukan tanpa alasan. Tempat ini merupakan fondasi sejarah lokal dan bagian penting dari identitas kultural masyarakat Desa Pendowolimo yang senantiasa dijaga keasliannya hingga saat ini.
Tanah dan air dari Desa Pendowolimo ini nantinya akan digabungkan dengan tanah dan air yang berasal dari 27 kecamatan se-Kabupaten Lamongan dalam sebuah ritual adat khusus saat pelantikan pengurus MATRA.
Ritual penyatuan tanah dan air ini membawa pesan mendalam:
"Penyatuan tanah dan air ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang hidup dan berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan."
Melalui ritual luhur ini, diharapkan mampu membangkitkan semangat kolektif untuk senantiasa menjaga harmoni, memperkuat tali persaudaraan antarwarga, serta bersama-sama memajukan Kabupaten Lamongan dalam bingkai tunggal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
